Rabu, 31 Juli 2024

Ciri Revolusi Industri 4.0

Ciri Revolusi Industri 4.0

Seperti banyak yang kita dengar dari berbagai media social sekarang ini bahwa hal yang menandai revolusi industry generasi 4.0 ini adanya super computer, robot pintar, kendaraan tanpa pengemudi, editing genetic dan perkembangan neuroteknologi yang memungkinkan manusia lebih mengandalkan fungsi otak dalam bekerja.

Menurut tulisan Kusnohadi-widyaiswara LPMP Jatim yang diunggah pada tanggal 21 Februari 2019 di website lpmpjatim.kemdikbud.go.id menyebutkan ada tiga cirri yang membedakan revolusi industry 4.0 dengan revolusi industry sebelumnya adalah:

a. Inovasi

Keberadaan dan kemajuan setiap kantor dan instansi terlihat dari intensitas anggotanya melakukan inovasi. Inovasi merupakan hasil kreatifitas seseorang dalam bentuk gagasan,sistem atau produk baru yang memberi dampak pada kemajuan terhadap organisasi atau perusahaan.

b. Otomasi

Revolusi industry 4.0 memberi dampak beberapa jenis pekerjaan akan mengalami disrupsi atau digantikan oleh tenaga mesin. Banyak perubahan dalam kehidupan manusia yang berubah seperti belanja online, transaksi e-banking, e-comerse dan lain sebagainya sudah berubah secara elektronik karena didukung oleh jaringan internet yang memadai. Semua kebutuhan hidup manusia sudah banyak berubah menggunakan otomatisasi. Sehingga era yang sekarang ini dikenal dengan era digitalisasi.

c. Transformasi

Dukungan siber internet dalam era digitalisasi ini akan mendorong transformasi informasi yang begitu cepat terjadi. Oleh karena itu perubahan fundamental kehidupan manusia terjadi dengan cepat. Informasi yang memiliki kecepatan tinggi ini member peluang berbagai pihak untuk menciptakan layanan bisnis beralih ke elektronik atau digital 

FUNGSI KANTOR

 

fungsi kantor dapat dibedakan menjadi dua yaitu fungsi utama dan fungsi pendukung.

A. fungsi utama kantor menurut Rao, Sumathy, V. et al (2011:2-3) terdiri dari:

1)      Menerima Informasi

Informasi yang diterima berasal dari dua sumber yakni sumber internal dan eksternal. Sumber internal diperoleh dari unit-unit kerja yang ada didalam organisasi (kantor), sedangkan sumber informasi eksternal diterima dari luar organisasi seperti pelanggan, pemasok, pemerintah, investor dan perusahaan lain. Informasi yang diterima dapat berupa dalam berbagai bentuk seperti surat, laporan, pesan telepon, facsimile, e-mail, surat kabar, perundangan yang berlaku.

2)      Merekam informasi.

Informasi dari berbagai sumber dan dalam berbagai bentuk diterima, maka fungsi selanjutnya adalah merekam informasi.

Langkah pertama merekam informasi adalah menyortir informasi kedalam kategori atau kelompok tertentu. Seperti informasi mengenai pesanan dicatat secara manual maupun elektronik kedalam bagian pesanan atau informasi mengenai urusan keuangan dicatat dalam bagian keuangan dan lain sebaginya.

Pencatatan dilakukan melalui system computer akan memudahkan pegawai dalam mengidentifikasi dan mencari informasi dengan cepat. Rekaman informasi harus dijamin ketersediaannya, sehingga akan memudahkan dalam pencarian untuk memenuhi data yang dibutuhkan.

3)      Mengolah informasi.

Untuk menjadi sebuah informasi yang siap digunakan, data/ informasi harus dilakukan proses pengolahan terlebih dahulu. Untuk itu perusahaan/kantor perlu melibatkan staf terlatih dan terdidik dalam mengolah data tersebut secara sistematis. Hasil pengolahan informasi dapat berupa laporan keuangan, laporan statistic, laporan biaya dan jenis laporan lain yang berkaitan dengan jenis usaha yang dijalankan.

 4)      Mendistribusikan Informasi.

Informasi yang telah diolah dan telah menjadi informasi yang siap digunakan, selanjutnya informasi tersebut didistribusikan kepada pihak-pihak yang membutuhkan.

 Pendistribusian informasi tersebut dapat dilakukan menggunakan komunikasi.

PENGERTIAN KANTOR

 

Kantor menurut etimologi bahasa Inggris “Office” berarti tempat untuk memberikan pelayanan, ruang tempat bekerja ataupun posisi. 

Dalam bahasa Belanda kantor berasal dari kata “Kantoor” yang berarti ruangan tempat bekerja, tempat instansi dan lain-lain. Dari pengertian tersebut kantor dapat diartikan secara dinamis dan secara statis.

 Pengertian kantor secara statis menurut Dr. Rasto, M.Pd merupakan tempat kerja, ruang kerja, biro, markas, instansi, badan, perusahaan maupun tempat untuk menyelenggarakan kegiatan pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan serta pendistribusian data/informasi.

Pengertian kantor secara dinamis yakni proses-proses dalam penyelenggaraan kegiatan seperti seperti pengumpulan, pencatatan, pengolahan, penyimpanan maupun pendistribusian data. 

Dari uraian diatas dapat disimpulkan bahwa arti kantor secara fisik merupakan bangunan, ruang atau tempat kerja, sedangkan secara dinamis diartikan sebagai proses kegiatan yang dilakukan didalam ruang, tempat kerja.